Pergaulan Remaja, Sehat dan Tidak Sehat

Pergaulan Remaja, Sehat dan Tidak Sehat

Manusia diciptakan oleh Allah SWT sebagai makhluk sosial. hal ini berarti manusia tidak dapat hidup sendiri, ia harus bergaul dan bersosialisasi dengan lingkungan sekitar,orang-orang terdekat, adil, kakak, saudara, tetangga dan teman-teman mereka di sekolah. Karena manusia telah ditaqdirkan sebagi makhluk sosial, maka bergaul/bersoaislisai menjadi wajib hukumnya, namun wajib disini tentu memeiliki arti berbeda dengan wajibnya dalam fiqih Islam.

Namun dalam pergaulan, manusia atau dalam hal ini remaja, harus berhati-hati, mereka harus mengetahui dan mengerti serta memahami karakter dari lingkungan yang mereka akan menjadi bagian di dalamnya. Salah satu modal utama patokan atau standar baik/sehat dan buruk/tidak sehatnya pergaulan yang utama adalah sisi agama. Agama menjadi standar utama disamping standar tambahan seperti budaya masyarakat sekitar.

Agama memiliki standar sehat atau tidaknya sebuah pergaulan sebagai batasan. Pada intinya, ketika agama memberikan batasan terhadap sisi-sisi pergaulan, tentu agama memiliki alasan atau tujuan. Dan yang menjadi inti dari tujuan pembatasan tersebut adalah untuk melindungi/membentengi setiap individu agar tidak terjerumus dalam pergaulan yang akan merugikan diri sendiri, keluarga, orang lain dan lingkungan. Sehingga karena mereka terlindungi, maka remaja tersebut dapat menjalani kehidupan dengan baik serta mampu meraih prestasi dalam kehidupan dan menggapai cita-cita yang diinginkannya.

Setiap individu yang menjadikan ajaran Islam sebagai standar penilaian sehat atau tidaknya sebuah pergaulan, sebagaimana telah tersebut di atas untuk membentengi dari pergaulan yang kebablasan yaitu pergaulan bebas. pergaulan yang menghilangkan batas-batas dan aturan yang berlaku di masyarakat. Pergaulan yang meniadakan batas atau pergaulan bebas ini dibawa dari negeri bebas atas nama hak individu atau hak asasi manusia.

Pergaulan tanpa batas dalam realitasnya tidak pernah melindungi sipelaku bahkan orang yang ada di sekitarnya. Pergaulan tersebut justru mengganggu hak asasi orang lain dan merusak kenyamanan lingkungan dan ini sudah terbukti dalam dunia nyata. Kebebasan dimaknai sebagai hak individu untuk melakukan apapun, sehingga para pelaku pergaulan bebas menyebarkan virus-virus kehidupan yang sangat tidak sehat seperti, seks bebas, narkoba, homo seskual dan lesbian yang mereka legalkan dan perilaku-perilaku lain yang jelas sekali dampak merusaknya pada sendi-sendi kehidupan pribadi dan sosial.

Remaja sebagai generasi bangsa perlu memproteks, membentengi, melindungii dirinya. tentu meraka butuh partisipasi orang-orang atau institusi di luar dirinya. Misalnya pemerintah, keluarga dan masyarakat. Pemerintah, melalui departemen pendidikannya di sekolah harus menjalin kerjasama dengan orang tua sebagai lingkungan pertama remaja. Pemerintah harus bekerja keras membangun lingkungan pendidikan yang menyadarkan sedang keluarga menyokong program sekolah dengan menciptakan lingkungan yang baik untuk anak-anaknya. Masyarakat sekitar harus memahami bahwa mereka memiliki tanggung jawab yang sama untuk membangun lingkungan yang sehat bagi kehidupan remaja.

Jika ketiga institusi ini mampu bekerjasama dengan baik serta memahami akan tugas, fungsi dan perannya masing-masing, maka generasi yang sehat dan berkualitas akan tumbuh melesat di negeri ini, sehingga dampaknya tentu kembali pada keberadaan negara ini di mata dunia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s