Al-Waqt Kas-saif, Waktu Tajam Bagaikan Pedang

Al-Waqt Kas-saif

Ada sebuah kalimat/pepatah yang kerap diungkapkan beberapa teman pada kegiatan muhadhoroh dipondok. Rangkaian kata yang sangat bermakna serta memiliki nilai juga pelajaran yang sangat luar bisa jika kita mau merenunginya. Kalimat pepatah yang sudah sangat akrab di telingan para santri itu tertulis dalam bahasa Arab, yaitu Alwaqtu kas-saif idza lam taqtha’ahu qatha’aka” (maaf ini bukan bahasa Arab, tapi bacaannya kira-kira seperti itu) artinya kurang lebih seperti ini, Waktu ibarat Pedang, kalo tidak kamu yang memotongnya maka dia akan memotongmu”

Pagi ini update status saya di jejaring social facebook sebagai berikut, Waktu berputar cepat, memotong dengan tajam, membelah kehidupan berkeping-berkeping, alangkah sayangnya jika pada kepingan-kepingan tersebut tak bermakna satupun, rugi sekali hidup ini, agar tidak menjadi makhluknya yang selalu merugi pada setiap potongannya, nyok mari kita memberi makna pada kepingan-kepingan tersebut.

Terus terang status tersebut memang terinspirasi dari rangkaian kata dalam pepatah arab tersebut. Lalu saya mencoba flash back, lima atau sepuluh tahun lalu, ternyata bukanlah hal yang lama, masih terekam dalam ingatan empat atau lima tahun yang lalu saya masih merindukan hadirnya momongan, namun kini momongan itu telah hadir dan telah berusia lima tahun lebih. Empat atau lima tahun yang lalu ia masih bayi, ku timang dan ku gendong sambil mengumandangkan asmaul husna. Tak terasa waktu lima tahun itu.

Kurang lebih sepuluh tahun yang lalu, saya masih mengajar secara non formal dalam kegiatan sosial religius, tak terasa pula aku telah mengajar secara formal selama itu, sejak TA 2003 di Bekasi, dan sejak 2005 hingga 2012 di Cilandak jakarta. Waktu itu terlewati, tak terasa, begitu cepat, kalau kata almarhum KH. Zaenuddin MZ, tau…tau…eh…tau…tau… dulu masih anak-anak, eh tau…tau…sekarang udah punya anak. Saya sangat bersyukur, alhamdulillah saya mencoba mengisi tiap helai potongannya dengan kegiatan-kegiatan yang bermakna, alhamdulillah hingga saat ini. Semoga Allah memberi kekuatan untuk tetap berada dalam jalur-Nya dan berjuang untuk ajaran-Nya.

Menyiasati Perubahan Waktu Dengan Iman dan Amal Shaleh

Detik berdetak menjadi menit, menit berubah menjadi jam, jam terus berputar berganti hari, hari bergeser menjadi minggu, dari minggu keminggu jadilah bulan, dari bulan hadirlah tahun, setahun…dua tahun…tiga tahun…dan seterusnya itulah waktu. Terus bergerak melasat cepat memotong tiap sessi kehidupan.

Dalam al-Quran Allah surah al-Ashr ayat 1-3, Allah mengingatkan hamba-Nya tercinta untuk tetap berada dalam kondisi yang konsisten penuh kesadaran (Iman) serta menapakan langkah di jalur-Nya agar tidak menjadi makhluk yang merugi.

“demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.”

Dari pesan suci tersebut saya mendapatkan kata kunci, kata kunci yang menjadikan kita tetap menjadi makhluk yang mulia dan terhormat, apa kata kuncinya? Ini dia… beriman dan mengerjakan amal saleh serta nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran juga nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

Alwaqt kas-saif, waktu tajam bagaikan pedang, idza lam taqtha’ahu qatha’aka, jika kita tidak memotongnya, dialah yang akan memotong kita. Saat waktu memotong dalam hidup kita dan kita dalam kondisi ketidak sadaran karena buaian manis dan hangat tipuan dunia, rugi dan meranalah diri. Namun saat kita mampu memotong waktu maka itu bermakna kita berusaha mengisi setiap detik, menit, jam, hari, bulan, tahun dengan segala sesuatu yang baik yang dicintai-Nya, untuk apa? Agar kita tidak menjadi orang yang tidqak merugi di akhir, suu ul khotimah, melainkan husnul khotimah, akhir yang baik, happy ending gitu loch. semoga. Wallaahu a’lam.

 

 

Pos ini dipublikasikan di KEIMANAN. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s