Tempat itu Bernama Surga

Tempat itu Bernama Surga

Setiap agama menjanjikan surga. Surga sebagai janji balasan terhadap kebaikan (ibadah, pengabdian) yang dilakukan setiap manusia yang menjalankan perintah Tuhannya. Surga adalah adalah tempat hidup terakhir dan berlaku “abadi” setelah hidup di dunia. Dalam keyakinan saya sebagai seorang muslim, surga merupakan terjemahan dari jannah. Kata jannah ini sendiri berarti taman atau paradise, firdaus dalam bahasa Arabnya.

Seperti apakah surga itu? Rasullah SAW bersabda yang artinya:

Rasulullah Saw bersabda bahwa Allah Swt berfirman: “Aku menyiapkan untuk hamba-hamba-Ku yang shaleh apa-apa yang belum pernah dilihat oleh mata, didengar oleh telinga dan belum pernah terlintas dalam benak manusia. Oleh karena itu bacalah kalau kamu suka ayat: ‘Seorang pun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.’ (As-Sajdah: 17).” (Mutafaq’alaih)

Allah akan memberikan sesuatu yang sangat rahasia. Dan sisi kerahasiaan ini menjadi ujian bagi setiap manusia, mau mengakui atau mengingkarinya. Jika mengakui tentu tidak sekedar mengakui, namun setiap orang yang mengakui harus mencari dan mengikuti jalan tersebut agar sampai pada tempat yang dituju, yaitu satu tempat rahasia namun penuh dengan kenikmatan/kebahagiaan.

Surga merupakan tempat kebahagiaan, kesenangan, kenikmatan abadi, tidak ada seorangpun yang tidak ingin memasuki dan mendambakannya. Ada yang mencari jalannya dengan menjadi martir bagi keyakinannya dengan alasan mendapatkan mati syahid yang balasannya otomatis surge, bahkan seorang bromocorah sekalipun pasti dia ingin masuk surga.

Begitulah indah kehidupan alam surga segala kenikmatan yang sulit digambarkan tidak akan pernah luput dirasakan para penikmatnya. Dan ada satu kenikatan yang tiada tandingannya yaitu bertemu dengan sang pencipta, Allah, rabbul’alamin. Berita tersebut telah disampaikan oleh utusannya tercinta Muhammad SAW berikut :Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah pernah ditanya seseorang : “Wahai Rasulullah, apakah kita bisa memandang Rabb ?” Beliau menjawab: “Apakah ada yang menghalangi pandangan kalian terhadap rembulan pada malam purnama ketika tidak terhalang awan?”. “Tidak”. Jawab orang itu. Beliau bersabda: “Begitu pula kalian memandangNya pada hari Kiamat”.

Itulah surga gambaran abstrak nikmatnya sebuah kebahagiaan sesungguhnya yang memang abstrak, namun hanya orang-orang yang yakin kepada-Nya sajalah yang akan menjadikannya sebuah realitas. Hanya Dia Yang Maha Tahu.

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s