Naik Turunnya Iman

Naik turunnya Iman/Kuat Lemahnya Iman

Al iimanu yazid wa yankus
Kayakinan atau iman yang kita miliki memiliki ukuran atau kadar. Ukuran atau kadar keimanan seseorang bisa bertambah dan bisa berkurang. Bertambah atau berkurang keimanan seseorang berkait dengan perbuatan baik atau ibadahnya kepada Allah secara ritual maupun secara social. Rasulullah SAW menyampaikan pean dalam hal ini, yaitu; Al iimanu yazid wa yankus
Naik atau turunya keimanan seseorang bisa disebabkan oleh beberapa hal yaitu: Iman akan bertambah berdasarkan firman Allah dalam surat al-anfaal ayat 2 adalah
Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal (Qs. Al-Anfal ayat 2.)
Keimanan orang yang beriman akan bertambah bila disebutkan nama-nama Allah dan dibacakan Ayat Allah. Dan Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman yang berilmu pengetahuan sebagai mana firmannya
Hai orang-orang beriman apabila d ikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan (QS. Almujadilah ayat 11.)
Iman bertambah ketika
1. Menyatakan diri beriman kepada Allah
2. Berusaha selalu berdzikir/ingat kepada Allah SWT dengan segala kekuasaannya.
3. Orang yang mempelajari agama dan nilai-nilainya dari sumber utama yaitu al-quran dan hadist
4. Mengaplikasikan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari
5. Mempelajadi sirah/sejarah Nabi Muhammad SAW
6. Bertanya kepada para ulama atau cendikiawan Islam terhadap masalah yang dihadapinya untuk diselesaikan sesuai syariat agama Islam.
Dan iman akan menjadi sangat lemah jika;
1. Kejahilan dan kebodohan, malas, tidak mau mengupgrade diri menjadi lebih baik
2. Bermaksiat/berbuat dosa kepada Allah SWT
3. Mengikuti tuntutan jiwa yang selalu mengajak kepada perilaku buruk
4. Bergabung dengan lingkungan/teman yang buruk
Setelah kita tahu mana jalan yang dapat meningkan dan menguatkan Iman serta tahu juga jalan yang melemahkannya, maka tugas kita selanjutnya adalah untuk selalu bersikap konsisten menempuh jalan yang bisa meningkatkan dan menguatkan sehingga lemahnya iman selalu dapat kita antisipasi, baarakallaahu lii walakum…

Dipublikasi di KEIMANAN | Meninggalkan komentar

Nilai-Nilai Syahadat Dalam Kehidupan Sehari-hari

Setiap orang yang sudah mengungkapkan syahadat dengan sebenarnya, dengan penuh keyakinan maka dia secara otoamatis menjadi seorang muslim, yaitu sosok manusia yang hanya tunduk patuh dan taat hanya kepada Allah SWT. Syahadat yang telah diungkapkan memiliki nilai-nilai moral seperti
1. Tanggung jawab
2. Sabar
3. Fokus
4. Sungguh-Sungguh
5. Konsisten
6. Shiddiq
7. Amanah
8. Fathonah
9. Tabligh
10. Tegas/memiliki pendirian yang kuat/teguh pendirian
11. Respect/peduli
Nilai-nilai tersebut sudah semestinya ada dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam diri seorang muslim, hal ini sebagaimana telah dicontohkan oleh yang Mulia Muahmmad SAW.

Dipublikasi di IBADAH | Meninggalkan komentar

Tiga Pertanyaan yang akan Mengarahkan Langkah ke Jalan yang Benar

Tiga Pertanyaan yang akan Mengarahkan Langkah ke Jalan yang Benar

Seorang muslim harus menyadari hidupnya, dari mana, untuk apa, mau kemana. Kata dari mana, kita bertanya tentang asal kejadian kita sebagai manusia dan jawabnya adalah semua manusia diciptakan oleh Allah SWT dari air yang hina, yang merupakan saripati makanan yang berasal dari tanah. Singkatnya demikian. Lalu untuk apa? Pertanyaan ini mengarahkan kita untuk apa Allah ciptakan kita, manusia di dunia ini. Sadarilah bahwa Allah ciptakan kita hanya untuk beribadah kepadanya. Lalu mau kemana? Pertanyaan ini menunjukan pada outcome atau tujuan yang akan kita capai dalam proses menjalani hidup di dunia ini. Tentu saja arah tujuan hidup seorang muslim setelah dia tahu tujuan diciptakan dirinya adalah menuju kasih sayang/ridho atau surganya Allah SWT. Tempat kebahagiaan yang abadi/permanen setelah kehidupan dunia berakhir.

Hidup seorang muslim adalah hidup yang jelas, hidup yang bermartabat dan bermanfaat dan hidup yang mulia. Mengapa demikian? Karena dia tahu dari mana, untuk apa dan akan kemana. Ketika sebagai muslim kita menyadari, mengetahui dan memahami akan asal kejadian, untuk apa diciptakan dan akan kemana setelah kehidupan di dunia ini berakhir tentu setiap muslim akan mengarahkan langkah kakinya tepat pada sasaran yang dituju, sehingga perjalanan hidupnya menjadi perjalanan hidup yang bermakna, bagi dirinya, lingkungannya dan orang-orang yang ada di sekitarnya. Demikianlah Allah menciptakan segala sesuatu dan kita manusia mempunyai tujuan, tidak ada satupun yang sia-sia.

Dipublikasi di IBADAH | Meninggalkan komentar

Islam dan Keragaman

Islam dan Keragaman

Acuan suci ajaran Islam, Al-Quran, dengan sangat tegas menyatakan bahwa keragaman adalah taqdir dari Allah SWT pencipta alam semesta.

pertama tentang penciptaan manusia; manusia diciptakan dari jenis laki-laki dan perempuan, lalu dengannya terciptalah manusia-manusia lain yang disebut sebagai keturunan yang bersuku-suku dan berbangsa-bangsa dengan satu tujuan untuk saling mengenal satu sama lain, pernyataan ini dijelaskan Allah dalam firmanNya berikut;

Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS. Al-Hujuraat (49) ayat 13.)

Dalam ayat ini Allah juga menjelaskan tentang kualitas manusia, dengan derajat kemuliaan yang diberikan baginya (manusia) yaitu untuk mereka yang paling bertaqwa.

Ayat ini menjelaskan tentang keragaman manusia secara fisik dan jenis kelamin dan ras/keturunan dari banyak bangsa. Hal yang paling mendasar yang terkadang tidak terpikir oleh kita adalah selain memiliki perbedaan secara fisik sudah otomatis manusia memiliki keragaman dari sisi pemikiran/pemahaman, pilihan hidup, kesukaan dan hal lain yang sudah pasti terjadi perbedaan karena manusia telah diberi aqal/pikiran.

Perbedaan dalam pemahaman dan aqal/fikiran juga telah disampaikan oleh sang Empunya Allah SWT. Allah menyatakan kalau Allah mau maka manusia ini akan dijadikan satu ummat saja, sebagai orang yang beriman;

dan kalau Allah menghendaki, niscaya Dia menjadikan kamu satu umat (saja), tetapi Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. dan Sesungguhnya kamu akan ditanya tentang apa yang telah kamu kerjakan. (QS. Annahl: 93.)

Ayat yang menerangkan dengan hal sejenis diatas dapat kita temukan dalam QS. Hud; 118, juga al-maidah; 48. Secara logis dapat kita simpulkan bahwa keberagaman memang taqdir Allah dan kita tidak boleh menafikannya, kita harus menerima dengan lapang dada, ikhlas sebagai bukti ketundukan dan kepatuhan (muslim) kita kepada Allah SWT. Dan secara logis pula dapat kita simpulkan kalau kita harus menjaga keragaman tersebut, tentunya haram melakukan penghancuran keragaman karena dalam keyakinan sebagai muslim keragaman adalah taqdir Allah SWT, dengan saling menjaga keragaman satu sama lain maka hidup ini akan semakin indah. Anti keragaman dalam berbagai sisi, misalnya masalah etnis dan keyakinan/agama sama saja kita anti terhadap taqdir Allah SWT. Mari jaga keragaman yang telah menjadi kekayaan SDM dan budaya bangsa Indonesia.

Dipublikasi di KEIMANAN | Meninggalkan komentar

Indahnya berIslam; Hidup dalam Doa dan Amal shaleh

Indahnya berIslam; Hidup dalam Doa dan Amal shaleh

Manusia adalah ciptaan Allah, Makhluk Allah yang memiliki kekuatan dan kekuasaan yang berasal dari Allah. Manusia diberi kekuatan dan Allahlah sang pemilik kekuatan itu. Indahnya berislam hidup dalam doa adalah sebuah hasil renungan, dimana kita sebagai muslim yang dalam hal ini bermakna manusia yang pasrah, menyerahkan diri mencari jalan selamat hanya kepada Allah. Bukankah dalam setiap gerak dan ucap kita sejak bangun tidur sampai tidur kembali tidak pernah terlepas dari upaya penyerahan diri kepada Allah, yaitu dengan berdoa.

Mari kita lihat siklus hidup kita sebagai muslim, setiap kita hendak melakukan aktivitas yang baik diajarkan dengan memulainya dengan doa, basmalah. Ketika kita mau tidur, diawali dengan doa, saat kita bangun tidur, kita diajarkan membaca doa. Saat kita mau masuk kamar mandi, kita memanjatkan doa, saat kita membasahi badan dengan air kita mengungkapkan doa. Demikian halnya saat kita telah selesai, ketika kita keluar dari kamar mandi kita membaca doa, lalu kita bercermin dan memakai pakaian semua tidak terlepas dari doa-doa.

Doa adalah permohonan, permintaan. Kita memohon dan meminta kepada Sang Pemilik Semua yang ada, Allah SWT. Memohon perlindungan dan keselamatan dariNya karena Dialah Sang Empunya Perlindungan dan keselamatan.

Setelah semua rapih, kita bersiap-bersiap mencari rizki dan ridhoNya yang sudah dihamparkaNya di muka bumi. Langkah kita keluar dari rumah ingin melakukan perjalanan kita awali dengan doa, demikian juga halnya saat kita sedang mengendarai kendaraan kita mengungkapkan doa. Secara umum doa-doa telah menjadi bagian dari perjalanan hidup kita bertanda kita mengakui keberadaan dan posisiNya. Hal ini secara otomatis kita mengakui siapa diri kita sebenarnya.

Selain doa yang terungkap dalam rutinitas keseharian secara umum, kita juga melakukan doa doa secara khusus pada waktu, waktu tertentu selama lima waktu, pada waktu subuh, waktu dzuhur, waktu ashar, waktu maghrib, waktu isya. Siklus ungkapan ini secara khusus akan selalu berulang, berputar mengiringi berjalanannya, selama kita masih menjalani hidup ini. Apakah itu doa yang umum berlaku atau yang khusus berwaktu. Doa-doa akan selalu terungkap dari orang-orang yang sadar, mengerti dan memahami serta tahu diri.

Namun demikian hanya sekedar mengungkapkan doa saja tentu terasa hambar jika ungkapan doa tidak dibarengi dengan acation/aksi perbuatan baik yang mengiringinya. Karena kesempurnaan doa akan sempurna jika diikuti dengan perbuatan, sebagai mana shalat tidak menjadi sempurna jika kita tidak mampu menahan diri atau menjauhi diri dari perbuatan fahsya dan munkar. Sungguh indah terasa hidup ini, begitu bermaknanya hidup ini, ketika kita memahami makna dan tujuan hidup yang telah diamanahkanNya, yaitu hanya untuk mengabdi/beribadah kepada Allah, secara ritual, hablumminallaah dan secara sosial, hambumminannaas. Wallaahu a’lam. Baarakallahu lii walakum

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Marhaban ya Syahrur Ramadhan

Marhaban ya Syahrur Ramadhan

Di pengajian kaum ibu pada saat menjelang ramadhan biasanya sering melaui pengeras suara kerap kali mengumandangkan syair-syair seperti ini, marhaban ya syahrurramadhan, marhaban syahrashiaami, dst. Selamat datang bulan suci ramadhan, selamat datang bulan puasa.

Ramadhan dalam system penanggalan bulan Islam merupakan salah satu dari dua belas bulan yang ada dalam kalender hijriah/qamariah. Ramadhan menjadi salah satu bulan dari beberapa bulan haram, yaitu bulan yang dimuliakan oleh Allah karena keistimewaan yang terjadi pada bulan tersebut. Ramadhan itu sendiri menjadi bulan yang istimewa bagi orang-orang mukmin yang muslim karena pada pagi dan siang harinya mereka diwajibkan untuk melaksanakan ibadah puasa. Selain amalan wajib terdapat pula amalan sunnahnya yang selalu ramai diikuti oleh banyak orang, yaitu shalat tarawih atau qiyamullail.

Selain puasa, tarawih dan memperbanyak bershadaqah, Ramadhan menjadi bulan yang dimuliakan karena pada bulan ini untuk pertama kalinya al-Quran/kalamullaah diwahyukan kepada Nabi terakhir yang Mulia dan tercinta Muhammad SAW. Sedangkan al-Quran itu sendiri selain menjadi bacaan, juga kajian, Al-Quran juga menjadi sumber hukum/Fiqh dalam Islam atau menjadi “Way of Life” bagi mereka-mereka yang mengerti maknanya. Itulah sebabnhya Ramadhan sering juga  sebagai syahrul Quran.

Puasa, qiyamul lain, membaca al_quran dan memperbanyak shadaqah itulah yang menjadi ibadah inti yang mengiri aktivitas kreatif lainnya seperti kajian-kajian ramadhan yang kerap dilakukan oleh banyak orang. Semua dilakukan sebagai bentuk aplikasi nilai-nilai iman dan mengharap cinta dan kasih sayang dari Allah SWT, karena banyak orang meyakini pada bulan ini Allah menebarkan rahman dan rahimnya di muka bumi untuk orang-orang yang beriman dan beramal shaleh dengan ganjaran pahala yang berlipat-lipat.

Maka dari itu Ramadhan menjadi satu bulan yang begitu dinanti dan dirindu kehadirannya oleh setiap mukmin yang muslim, ramadhan begitu dicinta karena keberkahan Allah yang ada pasa setiap hari-harinya. Saat Ramadhan datang jutaan umat mukmin yang muslim mencucurkan air mata karena tidak ingin ketinggalan melakukan moment-moment yang sangat luar biasa menyentuh hati.

MARHABAN SYAHRURRAMADHAN, MARHABAN SYAHRUSHIAAMI, MARHABAN SYAHRUL QURAN SYAHRUL MUBARAKAH

KAMI YANG RINDU BELAIAN MESRA PENUH CINTA DISETIAP HARI-HARIMU

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Islam Agama Cinta

Kemarin seorang teman seperjuangan dalam belajar dan berdakwah pada wadah pemuda Masjid Al-Azhar, Youth Islamic Study Club Al-Azhar menghubungi via Fb messenger kalau dia sedang menulis sebuah buku yang akan segera diterbitkan dengan judul , “Agama Cinta, Menyelami Samudra Cinta Agama-Agama”. Sebuah judul yang sangat menarik bagi saya dan tentu saya sangat memahami alasan penerbitan buku ini diantaranya penampilan agama-agama seperti tanpa cinta. Beliau ingin menyampaikan bahwa agama meski berbeda tetapi memiliki titik temu, yaitu mengajarkan cinta, kedamaian. Dan pada titik inilah seharusnya setiap orang yang mengaku beragama mau berdamai dengan keyakinan agama lain yang berbeda.

Dalam konsep Islam yang saya pahami demikianlah adanya, yang tercinta Muhammad diutus oleh Sang Pecinta untuk menebarkan cinta di bumi-Nya. Namun, perjalanan sejarah tidak bisa kita pungkiri, persinggungan pemahaman antar sesama atau kecurigaan satu sama lain, merasa akan terusik keyakinannya, pengikutnya, pemahamannya, dan lain-lain menjadi akar atas permusuhan dan pertumpahan darah antar pemeluk atau yang berbeda. Sungguh sangat disayangkan tebaran cinta kasih sayang Allah SWT kepada manusiaberuah menjadi kebencian dan permusuhan yang seakan tanpa ada celah untuk berdamai dan bersama.

Mari tunjukan rasa cinta pada sesama karena Agama kita mengajarkan cinta. 

Dipublikasi di IBADAH | Meninggalkan komentar